KRI Pati Unus Karam

Written By http://arsipardava.blogspot.com/ on Rabu, 01 Juni 2016

KRI Pati Unus
KRI Pati Unus (384) karam di perairan Balawan, Medan, Sumatera Utara. Istimewa-Tempo

Berita Sudah Tersebar Karena Rahasia

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut baru hari ini mengkonfirmasi peristiwa karamnya KRI Pati Unus di Perairan Balawan, Medan, Sumatera Utara. Padahal peristiwa itu terjadi hampir dua pekan lalu.

Analis militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan tersebut adalah bagian dari dunia militer yang tertutup. "Dunia militer adalah dunia yang tertutup. Tidak semua dikerjakan militer bersifat umum. Ini bagian dari rahasia negara, tidak ada kewajiban militer membuka informasi," katanya saat dihubungi�Tempo di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016.

Karamnya KRI Pati Unus, kata Connie, berbeda dengan kecelakaan pesawat udara yang dapat secara langsung diketahui masyarakat. "Kalau tank masuk jurang, atau seperti KRI Pati Unus yang karam, jarang sekali orang bisa tahu, kecuali ada bocoran dari dalam," ujarnya.

Menurut dia, pemberitaan tentang KRI Pati Unus muncul dari media sosial, bukan dari pemberitaan. Kemunculannya di media sosial, kata dia, berbahaya. "Ini akan menjadi isu berbahaya karena ada sentimen anti-Cina apabila ada yang memberi tahu kapal kita kena torpedo," ucapnya.

Informasi ihwal karamnya kapal ini tidak langsung dibantah Pusat Penerangan Angkatan Laut. Alasannya, berita tersebut tersebar melalui media sosial, bukan lewat media massa. Selain itu, kata Connie, untuk membantah informasi, diperlukan izin. "Dalam militer, kecelakaan seperti ini kan berpengaruh pada kondisi karier komandan kapal selanjutnya," ujarnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Edi Sucipto membenarkan kabar perihal karamnya KRI Pati Unus pada 13 Mei 2016 di Perairan Balawan, Medan, Sumatera Utara. Edi menjelaskan, KRI Pati Unus menabrak bangkai kapal tenggelam yang berada di bawah kapal sehingga merusak sisi haluan kiri kapal.

"KRI Pati Unus menabrak sebuah benda sehingga merusak haluan kiri. Kapal tidak tenggelam, sekarang masih berada di permukaan," kata Edi saat dimintai konfirmasi Tempo hari ini. Saat ini, evakuasi badan kapal masih berlangsung.

KRI Pati Unus Tidak Dihantam Torpedo, Tetapi Menabrak Benda Misterius

KRI Pati Unus
Korvet TNI-AL KRI Pati Unus-384

Beredar kabar kapal perang Angkatan Laut Indonesia KRI Pati Unus tengelam karena ditabrak torpedo, tetapi TNI AL segera membantah kabar tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, Selasa 31 Mei 2016, mengungkapkan, KRI Pati Unus-384 bocor di bagian lambungnya, di alur perairan Belawan, Sumatera Utara.

Markas Besar TNI AL membantah KRI Pati Unus-384 diserang negara lain di perairan Belawan, Sumatera Utara. Namun dia mengakui kebocoran karena kapal menabrak sesuatu di bawah permukaan air.

“Kebocoran terjadi ketika lambung kiri haluan kapal terkena sesuatu benda di bawah permukaan air,” kata Sucipto. Ia pun tidak merinci jenis benda penyebab kebocoran lambung KRI Pati Unus-384 itu.

“Saat ini, komandan dan seluruh anak buah kapal KRI Pati Unus bersama personel Dinas Penyelaman Bawah Air dan Pangkalan Utama TNI AL I, Belawan, tengah mengatasi kebocoran itu,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Akan tetapi, upaya tersebut terkendala mengingat posisi kapal berada di area permukaan yang terbuka sehingga pengaruh angin gelombang dapat memengaruhi pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor.

Kebocoran KRI Pati Unus-384 diketahui pada 18.15 WIB, 13 Mei lalu, saat dia berlayar di alur pelayaran Belawan. Upaya penyelamatan badan kapal dan awak dilakukan hingga 22.25 WIB dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya dua kapal perang TNI AL.

Sebelumnya, di media sosial beredar meme dan foto-foto yang seolah menggambarkan bahwa KRI Pati Unus-384 tenggelam akibat kena hantaman torpedo.

Foto-foto itu muncul beberapa hari setelah TNI AL menangkap sebuah kapal Cina dan delapan ABK di perairan Kepulauan Natuna. Mereka dituduh menangkap ikan secara ilegal di wilayah Indonesia.

TNI-AL : KRI Pati Unus Alami Kebocoran

KRI Pati Unus
KRI Pati Unus-384

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto mengungkapkan, KRI Pati Unus-384 bocor di bagian lambungnya di alur perairan Belawan, Sumatera Utara.

Pernyataan ini sekaligus membantah kabar yang menyebutkan bahwa KRI Pati Unus-384 diserang negara lain di perairan Belawan, Sumatera Utara.

"Kebocoran terjadi ketika lambung kiri haluan kapal terkena sesuatu benda di bawah permukaan air," kata Sucipto di Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Ia pun tidak merinci jenis benda penyebab kebocoran lambung kapal perang RI itu.

"Saat ini, komandan dan seluruh anak buah kapal KRI Pati Unus bersama personel Dinas Penyelaman Bawah Air dan Pangkalan Utama TNI AL I, Belawan, tengah mengatasi kebocoran itu," ujar dia.

Akan tetapi, upaya tersebut terkendala mengingat posisi kapal berada di area permukaan yang terbuka sehingga pengaruh angin gelombang dapat memengaruhi pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor.

Kebocoran KRI Pati Unus-384 diketahui pada 18.15 WIB, 13 Mei lalu, saat kapal berlayar di alur pelayaran Belawan. Upaya penyelamatan badan kapal dan awak dilakukan hingga 22.25 WIB dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya dua kapal perang TNI-AL.

Sumber : Tempo, Jejak Tapak, Kompas
Share this article :

Historia


Teknologi


Latihan


Arsip



Translate


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts


Pendidikan Pasukan Katak TNI-AL. "KOPASKA - Disegani, Dikagumi, Dihormati - Pasukan Elit Indonesia"[By CNN Indonesia]

Flag Counter
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arsip Ardava - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger